‘Chrome’ Internet Browser Baru dari Google

Ditulis Pada September 3, 2008 – 2:09 pm | Oleh pak_aen | 888 views

Google telah melancarkan pelayar web [ Internet Browser ] sumber terbuka mereka yang dinamakan Chrome ..Bagi google, pelayar web mereka ini masih dalam permulaan…Buat masa ini Google Chrome akan dikeluarkan dalam versi beta bagi Windows sahaja.. Dan Versi Mac dan Linux ia masih dalam pembangunan.. Versi Windows nie dibangunkan dengan menampilkan antaramuka yang begitu simple. Ia lebih cepat dan lebih stabil daripada pelayar2 web yang lain..Google juga mengeluarkan web komik yang dihasilkan Scott McCloud bagi menerangkan pembangunan Chrome nie.. Anda boleh membaca nya di sini http://www.google.com/googlebooks/chrome/

Chrome ini dibangunkan kerana Google percaya dimana mereka dapat memberikan sesuatu benda yang baru dan bernilai untuk pengguna dan pada masa yang sama membantu di dalam membuat suatu pembaharuan dalam pembangunan Web. Google juga mahu Chrome ni bukan hanyalah satu pelayar web malah juga platform moden untuk laman web dan aplikasi2 lain….

Google Chrome memiliki tab-tab yang ditempat di bahagian atas antaramuka dan bukannya dibawah address bar seperti pelayar web lain..Ia juga mempunyai keselamatan ke atas tab-tab tersebut dimana semua kegiatan dalam tab dilakukan di dalam sandbox apabila berlaku crash di satu tab ia tidak akan mempengaruhi atau menggangu tab lain..Google Chrome menggunakan JavaScript Engine, V8 yang mulanya dihasilkan di Denmark..V8 adalah Javascript Engine yang baru dibangunkan untuk melaksana aplikasi-aplikasi javascript yang besar dengan lebih cepat…V8 lebih laju dari JScript [Internet Explorer], SpiderMonkey [firefox] dan JavaScriptCore [Safari]…

Disini ada beberapa antaramuka anda boleh lihat….

Anda boleh mencuba kelainan yang diberikan Google Chrome sendiri.. Download DiSini

Blog Widget by LinkWithin

Bookmark Artikel Ini

  • BlinkList
  • co.mments
  • NewsVine
  • blogmarks
  • del.icio.us
  • Furl
  • PDF
  • Reddit
  • Google Bookmarks
  • Facebook
  • Technorati
  • StumbleUpon
Sekiranya Anda Minat Pada Artikel Nie, Pastikan Anda Melanggan RSS secara Percuma...  Subscribe in a reader
  1. 3 Responses to “‘Chrome’ Internet Browser Baru dari Google”

  2. By cupinn9 on Sep 3, 2008 | Reply

    saya dah download dan cuba install tapi ada virus


  3. By Lex dePraxis on Sep 5, 2008 | Reply

    Saya agak telat satu hari memakai browser teranyar yang sedang menarik perhatian dunia ini. Dirilis tanggal 2 September kemarin, saya baru mengunduh dan meng-install-nya sehari setelah itu. Cukup menarik sekali untuk melihat software yang masih versi beta ini sudah mampu mendukung berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, walaupun masih terasa aneh dan konyol (bayangkan saja, ada sesuatu yang diberi nama ‘Di bawah terpal’ !!!).

    Sepintas pada visual, ini adalah browser dengan tampilan yang sangat minimalis dan menawan. Saya nyaris tidak bisa melihat tombol atau gambar apapun yang terserak di interface / antarmuka-nya yang berwarna biru langit tersebut. Sepertinya Google benar-benar serius dengan komitmen mereka untuk memberikan keunggulan dalam kecepatan dan ketepatgunaan. Saya sedikit perlu penyesuaian ketika melihat tampilan tab yang agak nyeleneh dibanding dengan browser lainnya, tapi dalam lima belas menit saya sudah jatuh cinta dengan tampilan Google Chrome.

    Sayangnya keunggulan penampilan tersebut masih belum dibarengi dengan kelengkapan fungsi yang memadai. Misalnya saja pada engine blog wordpress saya, http://hitmansystem.com/blog , tidak bisa menampilkan visual rich-text editor. Yang dimunculkan adalah box teks yang perlu di-edit secara html manual atau copy-paste dari dreamweaver atau software sejenisnya.

    Saya pikir, Chrome sangat memerlukan kekuatan komunitasnya untuk menciptakan plugins yang membuat para peselancar dunia maya menjadi kasmaran berat dengannya. Seharusnya tidak perlu waktu lama untuk mereka mulai mengembangkan plugins itu atau istilah mereka ‘gears’ tersebut, tapi saya juga tidak terlalu yakin Chrome akan mengantisipasi banyak gears karena tujuan utama mereka adalah keringanan dan kecepatan.

    Selama ini saya adalah pengguna browser Maxthon yang menurut saya pribadi sangat memuaskan dari segi keringanan, kecepatan, dan keluasan fungsi. Bergantian dengannya, saya juga masih memakai Firefox untuk keperluan mengakses situs yang kaya akan AJAX dan fungsi-fungsi skrip dinamis lainnya (seperti Facebook, Google Reader, atau Meebo) karena di Maxthon hal tersebut masih kurang terakomodasi dengan baik selain perlu loading yang lama. Kehadiran Chrome sepertinya yang serba cekatan menangani skrip sepertinya merupakan penyatuan yang sempurna dari Maxthon dan Firefox. Terbukti saya yang sekarang sudah uninstall Firefox, tertinggal Chrome sebagai default browser yang disusul oleh Maxthon sebagai alternatif yang sampai sekarang masih sulit saya tinggalkan. Perlu waktu yang lama bagi saya dahulu untuk memutuskan pindah dari Firefox ke Maxthon. Ketika saya melihat Chrome, hanya perlu waktu beberapa jam saja.

    Sekalipun demikian, Chrome sepertinya tidak begitu dianjurkan untuk mereka yang menggunakan internet dengan bandwidth terbatas karena sampai saat ini tidak bisa memblok atau menonaktifkan gambar-gambar yang biasanya menyedot resource bandwidth. Akibatnya, berselancar dengan Chrome akan menghabiskan biasa yang cukup besar. Situs-situs populer di Indonesia seperti Detik.com, Kaskus.us, HitmanSystem.com, Okezone.com, ataupun manca negara seperti MSN.com dan BoingBoing.net memiliki begitu banyak materi gambar yang akan terasa merampok peselancar yang menggunakan dengan limited bandwidth.

    Bagi saya, ada dua fitur yang paling menarik dari Chrome. Yang pertama adalah Incognito Window. Ini adalah ide mungil yang cukup cerdas; saya sangat terkejut Google mengantisipasi kebutuhan ini dengan serius, sampai-sampai dimunculkan sebagai mekanik tersendiri dalam browser mereka. Fitur kedua adalah Omnibox yang membuat segala sesuatunya lebih singkat dan lancar. Jenius!

    Google telah menyewa seorang komikus untuk mengerjakan komik pendek yang bisa dibaca di sini. Saya adalah penggemar Scott McCloud lewat karyanya Understanding Comics, jadi saya memiliki harapan yang tinggi untuk hasil kerjasamanya dengan Google ini. Sayang sekali, komik Chrome tidak berhasil memuaskan harapan tersebut, karena penyampaiannya yang masih terasa kaku, prematur dan tidak serius. Anyways, pengguna Chrome, atau malah pencinta Chrome, rasanya akan tetap menikmati karya tersebut sebagai tutorial mekanik dari masa depan sebuah browser.


  4. By apich on Sep 9, 2008 | Reply

    matlumat yang bagus komen memang bagus…^_”


Post a Comment

Apa itu RSS ?
Klik Di sini Untuk Mengetahuinya Lebih Lanjut ...

 Subscribe in a reader atau

Masukkan email anda untuk menerima artikel - artikel baru terus ke email anda :

 

Find entries :